Tuesday, March 8, 2011

> Pengertian Pengukuran

Fisika sebagai induk mekanika-mekanika fluida-hidrolik-alat berat
memerlukan pengukuran-pengukuran yang sangat teliti agar gejala yang
dipelajari dapat dijelaskan (dan bisa diramalkan) dengan akurat. Sebenarnya
pengukuran tidak hanya mutlak bagi fisika, tetapi juga bagi bidang-bidang
ilmu lain termasuk aplikasi dari ilmu tersebut. Dengan kata lain, tidak ada
teori, prinsip, maupun hukum dalam ilmu pengetahuan alam yang dapat
diterima kecuali jika disertai dengan hasil-hasil pengukuran yang akurat.

Apakah yang dimaksud dengan pengukuran ? Untuk mengetahui hal
tersebut, perhatikan uraian berikut : misalnya anda bersama teman anda
melakukan pengukuran panjang meja dengan jengkal tangan. Hasil
pengukuran yang dilakukan menggunakan satuan jengkal. Misalnya, jika
menggunakan jengkal tangan anda, maka hasilnya panjang meja itu sama
dengan 25 jengkal tangan.

Akan tetapi jika menggunakan satuan jengkal
tangan teman anda maka panjang meja itu sama dengan 23 jengkal tangan.
Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa hasil pengukuran itu tergantung
pada satuan yang digunakan. Dengan demikian pengukuran didefinisikan
sebagai suatu proses membandingkan suatu besaran dengan besaran lain
(sejenis) yang dipakai sebagai satuan. Satuan adalah pembanding di dalam
pengukuran.

Pada kegiatan diatas, yaitu mengukur panjang meja yang dinyatakan
dengan angka, maka panjang merupakan besaran. Jadi segala sesuatu yang
dapat diukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai disebut besaran.
Misalnya panjang meja itu 100 sentimeter, maka panjang merupakan
besaran dengan 100 sebagai nilai dan sentimeter sebagai satuan, atau
massa meja itu 20 kilogram, maka massa merupakan besaran dengan 20
sebagai nilai dan kilogram sebagai satuan. Besaran adalah `sesuatu yang
dapat diukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai dan memiliki satuan.
Satuan adalah pembanding di dalam pengukuran.

Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang
lain yang dianggap sebagai patokan. Jadi dalam pengukuran terdapat dua
faktor utama yaitu perbandingan dan patokan (standar). Di kelas 1 SMP kita
telah mempelajari pokok bahasan pengukuran. Disini kita hanya akan
mengulangi sebagian saja, untuk menyegarkan pemahaman kita tentang
apa-apa saja yang terdapat dalam pengukuran.


No comments:

Post a Comment