Showing posts with label Struktur Bangunan. Show all posts
Showing posts with label Struktur Bangunan. Show all posts

Tuesday, March 8, 2011

> Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan

Disiplin ilmu yang relevan dengan teknik bangunan dan konstruksi
antara lain:
− Teknik Sipil untuk struktur bangunan dan pondasi
− Arsitektur, untuk desain bangunan meliputi bentuk bangunan, fungsi,
peraturan bangunan dan spesifikasinya
− Mekanikal, untuk penghawaan, pengkondisian udara dan sistem
pelayanan mekanikal bangunan
− Elektrikal, untuk distribusi daya serta sistem kontrol dan elektrik
bangunan
− Fisika bangunan untuk pencahayaan dan akustika bangunan
− Ekonomi rekayasa untuk studi kelayakan dan analisis proyek secara
ekonomi
− Manajemen untuk pengelolaan atau manajemen proyek
Teknik Sipil
Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari
tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya
gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk
kemaslahatan hidup manusia. Cabang-cabang ilmu teknik sipil dengan
aplikasi seperti pada gambar 1.4, antara lain:

STRUKTUR, cabang yang mempelajari masalah struktural dari material
yang digunakan untuk pembangunan. Beberapa pilihan jenis material
bangunan diantaranya: baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Dalam
bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan
perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari
pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

GEOTEKNIK, cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam
tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya.
Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan
penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan
penye-lidikan laboratorium.

MANAJEMEN KONSTRUKSI, cabang yang mempelajari masalah dalam
proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan peker-jaan,
pengembalian modal, biaya proyek, serta semua hal yang berkaitan dengan
hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di
lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

HIDROLOGI dan LINGKUNGAN, cabang yang mempelajari air dan
lingkungan alam, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini
antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan,
debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya
dorong air, dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi,
waduk/bendungan, kanal hingga teknik penyehatan.

TRANSPORTASI, cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi
dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain
konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal,
stasiun dan manajemennya.

INFORMATIKA TEKNIK SIPIL, cabang baru yang mempelajari penerapan
teknologi komputer untuk perhitungan dan pemodelan sebuah sistem dalam
proyek pembangunan atau penelitian bangunan. Mencakup bidang ini
antara lain berupa pemodelan struktur bangunan (struktural dan material
atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan
lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic Information System).

Arsitektur

Arsitektur adalah pengetahuan dan seni untuk merancang bangunan
dan struktur, dalam pengertian yang lebih luas mencakup perancangan
keseluruhan lingkungan terbangun, mulai dari tingkat makro untuk perencanaan
kota, kawasan atau lingkungan, lansekap atau bentang alam, hingga
tingkat mikro untuk perancangan detail konstruksi bangunan dan desain
perabot atau furnitur.

Arsitektur sebagai proses awal perencanan dan perancangan ruang
dan fisik bangunan harus mempertimbangkan segala aspek kehidupan
dalam prosesnya. Tujuan arsitektur yang harus dipenuhi dengan baik adalah
pemenuhan akan kegunaan (fungsi), kekuatan (struktur), dan keindahan (estetika).

Bidang-bidang perancangan arsitektur meliputi:
  • Lingkungan Ruang Dalam Bangunan (Building Indoor Environment)
    meliputi aspek-aspek lingkungan dalam disain, analisis dan efisiensi
    energi, kesehatan dan kenyamanan bangunan. Kekhususan bidangnya
    antara lain kenyamanan termal, kualitas udara, penerangan buatan,
    akustik, HVAC dan sistem kontrol.
  • Building Envelope adalah suatu aplikasi yang menggambarkan semua
    area dari teknik bangunan, khususnya ilmu bangunan dan lingkungan
    ruang dalam. Bidang ini memfokuskan pada analisa dan disain
    selubung bangunana, meliputi ketahanan bangunan, perpindahan panas
    dan kelembaban serta interaksi dengan lingkungan ruang dalam.
  • Building Science menekankan pada analisis dan kontrol dari fenomena
    fisika yang mempengaruhi tampilan material bangunan dan sistem
    penutup bangunan.
  • Building Structure mempertimbangkan prinsip-prinsip mekanika struktur,
    perilaku material dan analisanya dan disain baja, beton bertulang,
    struktur bangunan kayu.
  • Manajemen Konstruksi (Construction Management) meliputi teknik
    konstruksi, proses konstruksi, perencanaan, penjadwalan, pengendalian
    proyek, pekerja dan pengaturan bangunan.
  • Computer Aided Engineering
  • Efisiensi Energi (Energy Efficiency) meliputi analisa, disain, dan kontrol
    efisiensi energi atau low-energy, sistem HVAC, serta intelegent building 
Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP)
Mekanikal, elektrikal dan plambing atau MEP merupakan pekerjaan
instalasi sistem dan peralatan dalam bangunan sebagai bagian dari fungsi
pelayanan bangunan atau utilitas bangunan (building utility). Di Indonesia
pengetahuan MEP termasuk dalam bidang-bidang ilmu teknik mesin dan
teknik elektro.

Keahlian MEP yang termasuk dalam bidang ilmu teknik mesin:
− Instalasi dan mesin-mesin generator listrik dan pompa-pompa air, mesin pengkondisian udara, lift dan eskalator, dll 
− Teknik pengelasan
− Mesin dan alat berat konstruksi
 
Keahlian MEP yang termasuk dalam bidang ilmu teknik elektro:
− Instalasi dan peralatan daya listrik
− Instalasi dan peralatan listrik penerangan
− Instalasi penangkal petir
− Instalasi dan peralatan telepon, jaringan komputer dan multimedia,
sistem deteksi dan kontrol bangunan

> Lingkup Pekerjaan dan Proyek Bangunan

Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi, oleh karena
itu proyek bangunan selanjutnya disebut juga proyek konstruksi.

Secara umum, proyek konstruksi dibagi atas 3 jenis, yaitu:
  • Proyek bangunan perumahan/pemukiman (residential Construction),
    merupakan proyek pembangunan perumahan pemukiman didasarkan pada tahapan pembangunan yang secara serempak dengan penyediaan prasarana penunjang. Jenis proyek ini sangat memerlukan perencanaan yang matang untuk infra struktur yang ada dalam lingkungan pemukiman tersebut seperti jaringan jalan, air bersih, listrik dan fasilitas lainnya.
  • Konstruksi bangunan gedung (building construction), merupakan tipe proyek konstruksi yang paling banyak dilakukan. Tipe konstruksi ini menekankan pada pertimbangan konstruksi dan teknologi praktis, dan pertimbangan pada peraturan bangunan setempat.
  • Proyek Konstruksi Teknik Sipil (heavy engineering construction), merupakan suatu proses penambahan infrastruktur pada suatu lingkungan terbangun (built environment). Pemilik proyek (owner) biasanya pemerintah baik pada tingkat nasional atau daerah.
    Pada proyek ini elemen desain, finansial dan pertimbangan hukum tetap menjadi pertimbangan penting, walaupun proyek ini lebih bersifat non-profit dan mengutamakan pelayanan masyarakat (public services). Beberapa proyek konstruksi yang termasuk pada jenis proyek ini antara lain proyek pembangkit listrik, jalan raya (gambar 1.3), jalan kereta api, bendungan, pertambangan, dan lainnya.
        • Konstruksi Bangunan Industri (industrial construction), merupakan bagian yang relatif kecil dari industri konstruksi, namun merupakan suatu komponen yang penting. Pemilik proyek (owner) biasanya merupakan suatu perusahaan atau industri besar, seperti perusahaan minyak, farmasi, kimia dan industri lain. Proses yang dilakukan dalam industri ini membutuhkan keahlian khusus di bidang perencanaan, desain dan konstruksi.

        Di Indonesia, jenis pekerjaan konstruksi disebutkan dalam undangundang
        jasa konstruksi (UU no 18 tahun 1999), meliputi:

        • Pekerjaan arsitektural yang mencakup antara lain pengolahan bentuk
          dan massa bangunan gedung berdasarkan fungsi serta persyaratan
          yang diperlukan setiap pekerjaan konstruksi.
           
        • Pekerjaan sipil yang mencakup antara lain pembangunan pelabuhan,
          bandar udara, jalan kereta api, pengamanan pantai, saluran irigasi atau
          kanal, bendungan, terowongan, struktural gedung, jalan, jembatan,
          reklamasi rawa, pekerjaan pemasangan perpipaan, pekerjaan
          pemboran, dan pembukaan lahan.  
        • Pekerjaan mekanikal dan elektrikal merupakan pekerjaan pemasangan produk-produk rekayasa industri.
        − Pekerjaan mekanikal mencakup antara lain pemasangan turbin,
        pendirian dan pemasangan instalasi pabrik, kelengkapan instalasi
        bangunan, pekerjaan pemasangan perpipaan air, .minyak dan gas.
        − Pekerjaan elektrikal mencakup antara lain pembangunan jaringan
        transmisi dan distribusi kelistrikan, pemasangan instalasi kelistrikan,
        telekomunikasi beserta kelengkapannya.
        • Pekerjaan tata lingkungan mencakup antara lain: pekerjaan pengolahan
          dan penataan akhir bangunan maupun lingkungannya.

        > Ruang Lingkup Pekerjaan Bangunan

        Bangunan adalah wujud fisik
        hasil pekerjaan konstruksi yang
        menyatu dengan tempat kedudukan
        baik yang ada di atas, di bawah tanah
        dan/atau di air. Bangunan biasanya
        dikonotasikan dengan rumah, gedung
        ataupun segala sarana, prasarana
        atau infrastruktur dalam kebudayaan
        atau kehidupan manusia dalam
        membangun peradabannya seperti
        halnya jembatan dan konstruksinya
        serta rancangannya, jalan, sarana
        telekomunikasi, dan lain-lain.

        Teknik bangunan adalah suatu
        disiplin ilmu teknik yang berkaitan
        dengan perencanaan, disain, konstruksi,
        operasional, renovasi dan
        pemeliharaan bangunan, termasuk
        juga kaitannya dengan dampaknya
        terhadap lingkungan sekitar.

        Konstruksi merupakan suatu
        kegiatan membangun sarana maupun
        prasarana. Dalam bidang arsitektur
        atau teknik sipil, sebuah konstruksi
        juga dikenal sebagai bangunan atau
        satuan infrastruktur pada suatu atau
        pada beberapa area. Suatu pekerjaan
        konstruksi merupakan gabungan atau rangkaian dari banyak pekerjaan.

        Pekerjaan konstruksi umumnya diatur oleh seorang manajer konstruksi
        (construction manager), serta dilaksanakan dan diawasi oleh manajer
        proyek, tenaga teknik perancangan (design engineer) atau arsitek lapangan
        (project architect).

        Proyek konstruksi adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan
        upaya pembangunan sesuatu bangunan seperti contoh pada gambar 1.1,
        umumnya mencakup pekerjaan pokok dalam bidang teknik sipil dan
        arsitektur, meskipun tidak jarang juga melibatkan disiplin lain seperti teknik
        industri, mesin, elektro, geoteknik, maupun lansekap.