Tuesday, February 22, 2011

> Ciri-Ciri Umum Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Seperti yang kita lihat bahwa akar dan batang (rizoma) tumbuhan paku
terdapat di bawah tanah, akarnya berbentuk serabut dan pada ujungnya
terdapat kaliptra, ingatlah kembali fungsi kaliptra! Daun-daunnya tumbuh
ke atas dari rizoma. Akan tetapi,
ada beberapa jenis paku yang
batangnya muncul di atas tanah,
misalnya Cyathea, Psilotum, dan
Alsophyla.

Seperti yang Anda temukan
tumbuhan paku ini mempunyai
bentuk, ukuran, dan susunan
daun yang beraneka ragam, perhatikan
Gambar 7.20 berikut ini!

Ciri khas daun tumbuhan paku pada waktu masih muda adalah menggulung,
dan daunnya ada yang kecil yang disebut dengan mikrofil, ada pula
yang berukuran besar yang disebut dengan makrofil. Pada umumnya mikrofil
berbentuk rambut atau sisik, tidak bertangkai, dan tidak bertulang kecuali
pada paku kawat dan paku ekor kuda. Sedangkan untuk makrofil sudah
bertangkai, bertulang daun, dan memiliki daging daun (mesofil) yang terdapat
stomata, jaringan tiang, dan bunga karang.

Jika kita amati beberapa
jenis daun paku, ada yang tidak
menghasilkan spora yang disebut
dengan tropofil, disebut
sebagai daun yang steril. Tropofil
hanya berfungsi untuk fotosintesis,
tetapi ada yang menghasilkan
spora yang disebut
dengan sporofil atau disebut daun
fertil. Spora terdapat di dalam
kotak spora/sporangium, ada
sejumlah sel penutupnya yang
berdinding tebal dan membentuk
cincin yang disebut dengan
annulus. Sporangium ini terkumpul
dalam suatu tempat
yang dinamakan dengan sorus.
Sorus dapat kita lihat, yaitu terletak
di helaian daun bagian
bawah. Sorus yang masih muda akan terlindungi oleh indusium. Agar lebih
jelas amati Gambar 7.21 ini!

Apabila dalam keadaan kekeringan, maka annulus mengerut dan sporangium
akan pecah, lalu spora tersebut akan tersebar, bila lingkungannya
cocok akan tumbuh menjadi individu baru. Demikian juga bila ada embun
yang membeku, maka daun-daunnya akan mati tetapi akar dan batangnya
masih hidup selama musim dingin tersebut, jadi masih ada kemungkinan
untuk hidup kembali.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment